Jumat, 15 Juni 2007

Pikirkanlah lalu Sukurilah

Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugrahkan kepada Kita.
Karena Dia telah melimpahkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki
{jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya}

(QS.Ibrahim: 34)


Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air semuanya tersedia dalam kehidupan kita. Namun begitulah, kita memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya, Kita menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.
{dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.}

(QS. Lukaman : 20)

Apakah kita mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedangkan kaki acapkali menjadi bengkak bila di gunakan jalan terus menerus tiada henti ? Apakah kita mengira berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedangkan keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah?

Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar kita masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya?
pernahkah kita merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar kita yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?

Mari kita pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata kita yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit kita yang terbebas penyakit lepra dan supak. dan renungkanlah dahsyatnya fungsi otak kita yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.

adakan keinginan kita untuk menukat mata kita dengan emas 24 karat seberat gunung uhud. ataupun menukarkan pendengaran kita dengan perak seberat bukit? Apakah kita mau membeli istana-istana yang megah dengan lidah kita hingga kita bisu? maukan kita menukat kedua tangan kita dengan untaian mutiara, sementara tangan kita buntung?

Begitulah sebenarnya kita berada diantara kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, namun kita tidak menyadarinya. kita tidak merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisah. meskipun anda sudah mempunya nasi hangat untuk disantap, air yang segar untuk di teguk, waktu yang tenang untuk tidur dengan pulas serta kesehatan untuk terus berbuat.

kita acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga kita pun lupa mensykuri yang sudah ada. jiwa kita mudah terguncang hanya kerugian materi yang mendera. Padahal, sesunguhnya kita masih memegang kunci keberhasilan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia, kenikmatan dan lain sebagainya. maka pikirkanlah semua itu dan kemudian bersyukurlah...!
{Dan, pada dirimu sendiri, maka, apakah kamu tidak memperhatikan.}

(QS. Adz-Dzariyat:21)


Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri kita, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan dan apasaja yang tersedia di sekeliling kita.

Danjanganlah kita termasuk golongan
{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.}

(QS. An-Nahl: 83)

Di ambil dari
buku La Tahzan
DR.
'Aidh al-Qarni

Tidak ada komentar: