Rabu, 13 Juni 2007

INDAHNYA KEJUJURAN

Refleksi menyambut datangnya Ramadhan.

Tak terasa bulan yang kita nantikan teryata datang juga dan syukur kita panjatkan pada Allah yang masih berkenan memberi kita kesempatan untuk menghirup udara ramadhan yang segar ini . Di bulan ramadhan ini setiap muslim menjadikan suatu bulan untuk peningkatan ibadah dan muamalah pada Allah , kita dapat melihat di segala penjuru dunia dan plosok tanah air , baik di masjid , mushola atau surau pasti akan penuh dengan jama ‘ah , hal ini menandakan bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia dan berharga untuk dilewatkan bagi umat islam terutama orang beriman . Salah satuhal atau aktivitas yang diwajibkan oleh Allah pada orang – orang yang beriman adalah puasa , Allah mensyariatkan puasa dengan tujuan akhir agar orang iman menjadi orang yang bertakwa dengan sebenarnya .

Dalam dunia realita teryata untuk mencapai drajat ketakwaan tersebut bukan suatu hal yang mudah semudah membalik telapak tangan , seorang mu’min yang melakukan kewajiban puasa tersebut harus bisa menjadikan semua aktivitas tubuh terhindar dari kemaksiatan agar puasanya menjadi puasa yang bernilai dihadapan Allah . Salah satu hal yang dilarang untuk dilakukanbagi seorang yang berpuasa adalah berbohong . berbohong adalah hal yang amat dibenci oleh Alah sekaligus menjadikan puasa seseorang tidak bernilai dihadapan Allah . Dalam hal ini Allah pernah berfirman dalam kitabnya surat Al ahzab ayat 70 – 71 ,” Hai orang – orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar , niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan – amalanmu dan mengampuni bagimu dosa – dosamu . Dan barang siapa menaati Allah dan Rosul –Nya , maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenagan yang besar “. Allah mengisyaratkan dan memberikan seruan yang cukup jelas pada orang –orang yang beriman , bagaimana orang beriman dianjurkan untuk mengatakan sesuatu yang benar itu benar . Kebenaran dan kejujuran merupakan sesuatu yang cukup mahal harganya apalagi apabila dilihat pada kondisi realita sekarang ini , untuk mencari suatu kebenaran dan kejujuran seperti mencari mutiara di ladang lumpur yang begitu luas .

Disetiap aspek kehidupan saat ini kejujuran dan kebenaran adalah suatu hal yang amat langka , bagaimana kondisi disektor hukum dan politik yang amat memprihatinkan . Kasus bom bali yang berimbas sampai pada penangkapan ustadz Abu bakar ba’asyir merupakan bukti awal sulitnya mencari kebenaran di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini . Memang sudah sepantasnyalah jika Allah membebankan kata kebenaran itu hanya pada golongan orang tertentu yaitu orang beriman . sejarah telah membuktikan bagaimana komitmen orang – orang beriman terhadap Allah dan Rosul – Nya . Sebuah pertanyaan besar yang harus kita jawab adalah apakah kita ini termasuk golongan orang – orang yang ada dalam ayat diatas , hal ini dapat kita lihat dari sikap dan tingkah laku kita dilapangan. Allah memberikan jaminan pada orang - orang beriman yang berkata benar dan jujur tersebut dengan sebuah keindahan yang tak pernah bisa ternilai dengan materi . Allah akan senantiasa membimbing dan meluruskan amalan orang yang jujur , alang kah indahnya dalam hidup yang sebentar ini penguasajagad raya yang Maha Perkasa membimbing seorang hamba- Nya yang lemah ini . Dalam tiap aktivitas tidak pernah terbersit rasa khawatir dan was- was karena hanya Allah penolong sekaligus tujuan hidupnya . Hidup dan bergaul degan orang yang jujur suatu hal yang begitu indah , segala sesuatun yang dikerjakan dan dilakukan tidak pernah menyinggung dan menykiti hati saudaranya . Rosulullah adalah seorang anak manusia yang aklaknya begitu menawan , beliau digelari kaumnya “al amin “ karena kejujuran beliau , padahal kita tahu bagaimana moralitas dan sikap kaumnya pada Rosulullah Muhammad SAW akan tetapi memang suatu kebenaran itu akan tetap terlihat indah

Jaminan kedua yang diberikan oleh Allah pada orang yang beriman yang berkata benar adalah akan diampuninya dosa yang telah dikerjakan , suatu maghfirah Allah yang begitu besar yang diberikan pada hamba – Nya yang dikehendaki . Diakhir ayat Allah menjamin sebuah kemenangan besar yang menjadi harapan setiap manusia di muka bumi ini yaitu cinta dan ridho Allah yang tentunya adalah surga – Nya . Dibulan ramadhan ini kita dapat meningkatkan potensi dan keimanan pada Allah , agar tujuan pemberian tugas dari Allah pada umat manusia benar – benar menjadi kebaikan hamba – Nya di muka bumi ini . Ada beberapa hal yang harus di cermati dan dilakukan untuk menjadi orang yang seperti apa yang diharapkan pada ayat diatas :

1 . Menjadikan Allah sebagai tujuan

seseorang dalam setiap aktivitas akan senantiasa kebali atau berorientasi pada tujuan awal dia beraktvitas artinya manusia melakukan kegiatan akan dimotivasi dan digerakan oleh landasan awal. Jika seorang muslim menjadikan Allah sebagai tujuan maka segala aktivitas akan terpusat dan tertuju pada mardhatillah , karena bagi seorang muslim tiada kenindahan kecuali kindahan bersama Allah . Dalam tiap langkah yang diambil akan senantiasa menggunakan parameter al quran dan as sunah .Amin rais dalam bukunya “Tauhid social “pernah mengatakan bahwa salah satu konsekuensi syahadatain adalah jika orang tersebut menjadikan Al quran dan As sunah sebagai standar penilaian , begitu juga dalam hal kebenaran standar yang digunakan tentunya bukan hanya standar penilaian manusia yang kita tahu bahwa itu adalah standar yang sangat relatif

2 .Komitmen

Seorang muslim dalam ucapan dan perbuatan setelah diketahui itu suatu kebenaran maka ia perlu kekomitmenan , ini merupakan suatu hal yang paling mendasar yang harus dimiliki dan ditanamkan dalam hati seorang muslim .Dalam dunia dakwah komitmen merupakan factor penting untuk menuju kesuksesan dakwah tersebut , kita ingat betul bagaimana Rosulullah dalam berdakwah yang menghabiskan waktu begitu lama dan menghadapi rintangan yang luar biasa tetapi , potret sejarah telah membuktikan kekomitmenan beliau dalam berdakwah dan teryata islam yang di bawa beliau sampai juga pda kita dan itu sekali lagi karena sebuah kekomitmenan . Jika kita melihat kondisi saat ini terutama dikalangan elit politik , terkesan begitu mudah dalam merubah kertas putih menjadi hitam dan begitu juga sebaliknya , dalam hal ini Allah juga mengingatkan kita dengan ayatnya “ Hai orang – orang beriman mengapa engkau mengatakan sesuatu yang tidak engkau lakukan . Amat besar kebencian disisi Allah pada orang yang mengatakan tetapi tidak melakukannya “ As shaf ( 2-3 ) .Ayat ini cukup jelas memberikan gambaran pada kita ancaman Allah pada orang yang mengatakan apa yang tidak di kerjakan artinya setelah kita berkata maka hendaknya kita dapat melaksanakan perkataan itu sehingga disini perlu suatu kekomitmenan antara ucapan dan perbuatan, contoh lain dilapangan yang harus kita lihat adalah saat kita sedang berpuasa , kita berniat untuk menahan diri dari hal- hal yang membatalkannya dari mulai menjelang fajar sampai nanti maghrib dan itu perlu tekad dan komitmen agar puasa kita dapat berhasil , sehingga komitmen hal penting yang harus kita miliki dalam hidup ini

3 .Muhasabah

Dalam aktivitas hidup ini kadang – kadang perlu untuk berhenti sejenak sekenar untuk melihat kembali bekal yang kita bawa atau mungkin hanya menghirup napas sebentar , boleh jadi bekal yang kita bawa akan habis di tengah jalan sebelum sampai tujuan karena tempat penyimpan bekal kita bocor atau bahkan bekal kita habis di ambil orang .Untuk sampai tujuan dengan selamat kita kadang kita perlu bekal yang berlebih , untuk menghindari kebocoran tadi maka dalam aktivitas kita perlu adanya muhasabah atau mengoreksi kembali niat kita , aktivitas kita , perjalanan kita .

Hidup ini hanya sebentar jika kita tidak berhati – hati maka telah ada lubang besar yang akan menanti kita , evaluasi terhadap kebenaran perbuatan kita adalah yang amat penting karena hal itu akan dapat memberikan pencerahan dan warna baru dalam aktivitas kita sekaligus perubahan yang cukup mendasar , hal terbaik yang harus kita lakukan di waktu luang kita adalah merenungi telah berapa banyak dosa yang telah kita perbuat dan telah berapa banyak hati saudara kita yang telah kita sakiti , karena dengan muhasabah diri tidak ada waktu sedikitpun untuk aktivitas kemaksiatan . Ada dua hal yang harus kita perhatikan dalan koreksi diri , Pertama : Lupakan semua kebaikan orang lain pada kita , hal itu tidak akan membuat kita ujub ( Sombong ) dengan kebaikan yang telah kita lakukan tetapi hal ini akan membuat kita merasa kekurangan dalam bebuat kebaikan . Kedua : Ingatlah selalu dosa kita pada orang lain , hal ini akan membuat kita selalu berislah dan menutupi dosa – dosa itu dengan kebaikan . Di bulan ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk mengislah tiap individu karena di bulan ini Allah menurunkan rahmat dan ampunannya pada hamba – hamba –Nya yang mau bersungguh – sungguh , boleh jadi bulan ini bbulan ramadhan terakhir kita dan kebaikan terakhir kita , oleh karena itu tekadkan azzam rapatkan barisan dan luruskan niat untuk menggapai kemenangan sejati dibulan yang suci ini.

Tidak ada komentar: