Dalam sebuah syair yang berjudul Abu Dzar fil Qarnil Khamis 'Asyar (Abu Dzar di Abad Lima Belas Hijrah), saya sebutkan tentang ketersisngn AbuDzar, tentang kebahagiaannya, tentang kesendiriannya dan tentang kehidupannya yang menjauh dari masyarakat demi jiwa dan prinsip-prinsipnya. Di situ ia akan berbicara tentang dirinya sendiri :
Mereka bersikap lembut kepadaku namun aku kaeras,
mereka keras dengan kematian, kubalas dengan lembut hingga aku merasa.
Mereka menaikkanku dalam kendaraan, namun aku turun dan menaiki tekadku.
Mereka turunkan aku, namun aku naik kebenaran yang sama.
kuusir kematian didepanku lalu dia berpaling,
dan aku lewati kematian sedang terkantuk-kantuk.
Pasir-pasir telah menangisi kesendiriannya dan berkata,
Abu Dzar, jangan jagan takut dan jangan berputus asa
Kukatakan, tak takut, sebab keyakinanku masih belia,
aku takkan mati hingga aku diinjak.
Aku telah berjanji kepada sahabat dan teman karib,
dan kau belajar dari cita-citanya.
Kamis, 19 Juli 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar